Cara desain inklusif membantu lebih banyak orang membaca dan berpindah halaman. Tulisan ini mengulas topik tersebut melalui contoh yang dapat dipahami, tanpa menganggap materi ilustrasi sebagai ketentuan layanan.

Teks harus bisa dibedakan dari latarnya

Kontras yang cukup memudahkan pembaca ketika melihat layar di bawah cahaya terang. Tema hitam-emas menuntut kehati-hatian terutama pada teks berukuran kecil. Warna dekoratif dapat kaya variasi, sementara informasi utama sebaiknya memakai kombinasi yang tidak melelahkan mata.

Tombol perlu memiliki nama yang jelas

Ikon rumah atau balon percakapan terasa umum, tetapi sebagian pengunjung memakai pembaca layar yang mengutamakan label teks. Karena itu, navigasi menampilkan nama HOME, LIVECHAT, dan HADIAH yang dapat dikenali tanpa menebak arti gambar.

Urutan baca mengikuti susunan semantik

Heading, paragraf, dan daftar sebaiknya membentuk alur logis. Saat gambar berada di samping ringkasan, pembaca layar tetap memerlukan judul serta keterangan alternatif yang menjelaskan fungsi gambar. Struktur tersebut juga mempermudah pencarian teks pada halaman panjang.

Uji dengan papan ketik

Tidak semua orang memakai layar sentuh. Menekan Tab untuk berpindah tautan, Enter untuk membuka halaman, dan Esc untuk menutup dialog adalah cara sederhana memeriksa dukungan interaksi. Fokus tombol harus terlihat agar arah perpindahan mudah diikuti.

Catatan: informasi yang berkaitan dengan layanan lain sebaiknya dikonfirmasi langsung ke sumber resminya.